mengampuni dan meminta ampun….
”memang bukan perkara yang mudah untuk meminta ampun & mengampuni, tapi ketika kita mau melakukannya, kita sudah “menang” meskipun dunia ini melihat kita sebagai orang yang kalah karena telah ditolak. Tapi, itu bukan lagi urusan kita. Bagian kita telah kita lakukan yaitu,”merendahkan hati untuk meminta ampun (entah kita benar/salah) & memberi ampun (entah dia sadar/tidak dengan kesalahan yang dilakukannya)”
Kenapa?
Sesungguhnya berdamai dengan orang lain adalah perkara yang mudah,
Jauh lebih mudah dari berdamai dengan diri sendiri.
Itu sebabnya, mengampuni & memberi ampun hanya dapat kita lakukan ketika kita sudah berdamai dengan diri kita sendiri,
Karena ketika kita larut dalam “rasa bersalah”,
Rasa itu akan menenggelamkan kita dalam ketakutan untuk tidak meminta ampun,
Sebaliknya, ketika kita larut dalam “kebenaran kita sendiri”
Rasa itupun akan menenggelamkan kita dalam kesombongan untuk tidak memberi ampun.
Tapi, akan berbeda ceritanya ketika kita berdamai dengan diri kita sendiri.
Maka meskipun kita telah melakukan satu kesalahan –menyakiti orang lain-
Penerimaan kita akan diri kita sendiri akan membawa kita pada rasa berharga yang akan memberi kita satu keberanian untuk “mengakui kesalahan yang kita lakukan & memohon ampun”
Penerimaan kita akan diri sendiri juga akan menolong kita untuk menerima orang lain, ketika dia menyakiti kita, maka kita akan paham,”kitapun, sekali waktu, pasti pernah menyakiti orang lain”
Maka, takkan pernah sulit untuk memberi ampun pada orang lain.
Merasa sakit & pulih adalah juga soal sebuah keputusan.
Ketika kuputuskan untuk “merasa sakit” maka perilaku sekecil apapun bisa menyakiti hatiku…
Dan„, kalau kuputuskan untuk pulih, maka seberat apapun rasa sakit yang kutanggung, aku akan pulih,
-roh memang penurut tapi daging lemah- demikian ucapan Yesus…
maaf„ kalo postan gw sok iye…..






